Bea Cukai Hadir Menjaga Papua, Pangkalan Sarana Operasi Perkuat Community Protector melalui Latihan Operasi Bersama
Di publish pada 31-08-2026 12:46:06
Bea Cukai Hadir Menjaga Papua, Pangkalan Sarana Operasi Perkuat Community Protector melalui Latihan Operasi Bersama
Sorong, 29 Agustus 2026 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Papua menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi community protector melalui keterlibatan dalam Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata (OMGSB) Tahun 2026 yang digelar Koarmada III di Sorong, Papua Barat Daya.
Latihan yang dilaksanakan di perairan dan kawasan pesisir Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (29/8) tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada III (Pangkoarmada III), Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N., sebagai bagian dari rangkaian latihan operasi untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi, dan interoperabilitas unsur TNI, Polri, serta instansi pemerintah terkait dalam menghadapi potensi ancaman keamanan di wilayah Papua. Dari unsur Bea Cukai, Kepala Kanwil DJBC Khusus Papua yang diwakili Kepala Bidang Pangkalan Sarana Operasi, Undani, hadir didampingi Kepala Pangkalan Sarana Operasi Tipe B Sorong, Muhammad Yusuf Nasution, bersama jajaran KPPBC TMP C Sorong. Dalam latihan tersebut, unsur Bea Cukai berperan melalui dukungan pengawasan dan patroli laut menggunakan sarana operasional yang dimiliki.
“Masyarakat Papua adalah pihak yang pada akhirnya harus merasakan manfaat dari setiap kesiapan dan sinergi yang kita bangun. Karena itu, keterlibatan Bea Cukai dalam latihan ini bukan sekadar mendukung kegiatan operasi, tetapi memastikan kapasitas pengawasan di laut benar-benar siap digunakan untuk melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang-barang ilegal, berbahaya, maupun yang dibatasi. Pangkalan Sarana Operasi menjadi salah satu instrumen penting Bea Cukai untuk mewujudkan fungsi community protector tersebut,” ujar Undani.
Kepala Pangkalan Sarana Operasi Tipe B Sorong, Muhammad Yusuf Nasution, menegaskan bahwa keterlibatan dalam latihan sekaligus menjadi sarana untuk memastikan kesiapan kapal patroli Bea Cukai dalam melaksanakan tugas pengawasan di wilayah perairan Papua.
“Kapal Patroli Bea Cukai 30007 harus selalu berada dalam kondisi siap operasi, karena karakteristik wilayah Papua dengan perairannya yang luas membutuhkan kehadiran dan kemampuan patroli yang responsif. Kesiapsiagaan ini bukan hanya untuk mendukung kegiatan latihan, tetapi merupakan bagian dari tugas kami dalam menjaga laut Papua dari berbagai potensi pelanggaran, termasuk penyelundupan dan peredaran barang yang dilarang maupun dibatasi,” ujar Muhammad Yusuf Nasution.
Dalam skenario latihan, Kapal Patroli Bea Cukai 30007 menunjukkan kemampuan operasional dalam mendukung pengawasan lalu lintas kapal dan barang di wilayah perairan. Kehadiran sarana patroli Bea Cukai menjadi bagian dari mekanisme pengawasan terpadu, khususnya untuk memastikan pergerakan barang melalui jalur laut tetap berada dalam koridor ketentuan kepabeanan dan peraturan perundang-undangan.
Latihan ini sekaligus memperkuat interoperabilitas antara Bea Cukai dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Bagi Bea Cukai, kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis karena ancaman terhadap masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk gangguan keamanan konvensional, tetapi juga dapat muncul melalui penyelundupan narkotika, senjata, barang berbahaya, maupun komoditas ilegal lainnya yang memanfaatkan jalur laut dan lintas batas.
Dalam konteks tersebut, fungsi community protector Bea Cukai memiliki cakupan yang luas. Melalui Direktorat Interdiksi Narkotika, DJBC berperan dalam mengantisipasi dan menindak penyelundupan narkotika serta kejahatan lintas negara (transnational organized crime). Penguatan pengawasan dan interdiksi menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus menjaga keamanan nasional.
Keterlibatan Kanwil DJBC Khusus Papua, Pangkalan Sarana Operasi, dan KPPBC TMP C Sorong dalam latihan OMGSB 2026 menjadi wujud nyata bahwa kesiapan operasional Bea Cukai dibangun bukan hanya untuk menghadapi latihan, tetapi untuk memastikan laut Papua tetap menjadi ruang yang aman bagi masyarakat, aktivitas ekonomi, dan konektivitas wilayah.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses