GEDUNG KEUANGAN NEGARA, JALAN BASUKI RAHMAT KM.7 SORONG 98416
(0951) 3123181

Ekonomi Papua Melesat! Bea Cukai Antar 93,3% UMKM Binaan Tembus Pasar Global, Ekspor Capai USD6,07 Juta

Go Global dari Tanah Papua: 93,3% UMKM Binaan Bea Cukai Berhasil Menembus Pasar Internasional

Di publish pada 16-07-2026 15:19:32

Go Global dari Tanah Papua: 93,3% UMKM Binaan Bea Cukai Berhasil Menembus Pasar Internasional
Go Global dari Tanah Papua: 93,3% UMKM Binaan Bea Cukai Berhasil Menembus Pasar Internasional

Ekonomi Papua Melesat! Bea Cukai Antar 93,3% UMKM Binaan Tembus Pasar Global, Ekspor Capai USD6,07 Juta

SORONG – Upaya mendorong produk unggulan Papua menembus pasar internasional terus menunjukkan hasil yang nyata. Hingga Semester I Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Papua berhasil menghubungkan 93,3 persen UMKM binaannya ke ekosistem ekspor, sekaligus meningkatkan nilai ekspor UMKM Papua menjadi USD6,07 juta atau sekitar Rp98 miliar, naik 25,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,83 juta.

Capaian tersebut merupakan hasil implementasi Program Asistensi dan Pengembangan UMKM Berorientasi Ekspor yang secara konsisten dilaksanakan Bea Cukai Papua melalui pendampingan menyeluruh mulai dari pembinaan, fasilitasi sertifikasi, pemenuhan persyaratan ekspor, hingga penguatan akses pasar internasional.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua, Encep Dudi Ginanjar, mengatakan bahwa peningkatan kinerja ekspor tersebut menjadi indikator nyata bahwa fungsi Bea Cukai tidak hanya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Capaian ini membuktikan bahwa pembinaan UMKM bukan sekadar memberikan layanan kepabeanan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membuka akses pasar global bagi pelaku usaha Papua sehingga produk lokal memiliki daya saing internasional, menciptakan nilai tambah ekonomi, meningkatkan devisa negara, sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat," ujar Encep.

Hingga Semester I Tahun 2026, Bea Cukai Papua telah melakukan pembinaan terhadap 30 UMKM aktif, dengan 100 persen UMKM memperoleh asistensi dan pendampingan secara menyeluruh melalui sinergi bersama berbagai instansi pemerintah dan badan layanan umum. Kolaborasi tersebut memastikan setiap UMKM memperoleh pendampingan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pemenuhan persyaratan ekspor, hingga perluasan akses menuju pasar internasional.

Hasilnya, 28 UMKM atau 93,3 persen berhasil masuk ke dalam ekosistem ekspor. Dari jumlah tersebut, 17 UMKM berhasil melakukan ekspor perdana, 10 UMKM telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan, 1 UMKM melakukan ekspor melalui pihak ketiga, sementara 2 UMKM lainnya masih dalam tahap pendampingan lanjutan karena memiliki potensi ekspor yang besar.

Pertumbuhan ekspor tersebut juga diikuti dengan semakin beragamnya komoditas unggulan Papua yang mampu diterima pasar dunia. Pada Semester I Tahun 2026, udang beku masih menjadi komoditas ekspor terbesar dengan nilai USD3,16 juta, diikuti ikan segar sebesar USD1,27 juta, kayu olahan senilai USD947 ribu, komoditas perikanan sebesar USD358 ribu, serta kerapu hidup senilai USD132 ribu. Dibandingkan tahun sebelumnya, munculnya kayu olahan sebagai salah satu penyumbang utama ekspor menunjukkan semakin berkembangnya diversifikasi produk unggulan Papua yang berhasil menembus pasar internasional.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan Bea Cukai tidak berhenti pada aspek administratif kepabeanan semata, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar perdagangan internasional, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jejaring pemasaran global secara berkelanjutan.

Program pengembangan UMKM berorientasi ekspor ini juga memberikan dampak ekonomi yang semakin nyata, antara lain mendorong UMKM Papua naik kelas, membuka akses ke pasar global, meningkatkan devisa hasil ekspor, memperkuat daya saing produk lokal Papua, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menguatkan peran DJBC sebagai trade facilitator dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Ke depan, Kanwil DJBC Khusus Papua akan terus memperluas jejaring pemasaran internasional, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pendampingan agar semakin banyak UMKM Papua mampu menjadi eksportir mandiri dan berkelanjutan.

"Dari 30 UMKM binaan aktif, kini 28 telah berhasil masuk ke ekosistem ekspor. Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan meningkatnya kapasitas pelaku usaha Papua untuk bersaing di pasar global. Dengan semangat Bea Cukai Makin Baik, kami akan terus mencetak eksportir-exportir baru dari Tanah Papua sehingga manfaat perdagangan internasional semakin dirasakan langsung oleh masyarakat," tutup Encep.



Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website Kanwil Papua